21.7 C
New York
Saturday, May 27, 2023

Buy now

spot_img

Set Top Box dalam Analisis Hukum Perlindungan Konsumen

Sumber: Dokumen Pribadi

Oleh: Muhammad Fachrul Hudallah (Ketua Biro Penyuluhan dan Penerangan Hukum PERMAHI DPC Semarang 2020/2022)

Mayoritas masyarakat Indonesia di beberapa daerah baru-baru ini digegerkan oleh matinya siaran televisi analog. Tentu hal ini terlihat menyedihkan, apalagi tepat di momentum 16 besar piala dunia. Masyarakat yang belum memiliki TV digital berbondong-bondong membeli set top box (nama lainnya adalah dekoder, conventer, receiver, atau pengubah sinyal yang sudah mendukung DVB-T2 atau Digital Video Broadcasting-Second Generation Terrestrial) yang tidak memerlukan antena parabola (cukup dengan antena televisi UHF-VHF) untuk membantu mereka menonton siaran idolanya.

Disadari atau tidak, set top box harganya terus melonjak dan stok-nya selalu habis. Hal tersebut menyebabkan banyaknya permintaan barang dan sedikit tersedianya sehingga harganya melonjak. Selain itu, tidak jarang pelaku usaha yang memanfaatkan event ini untuk meraup uang sebanyak-banyaknya dengan menjual produk yang tidak sesuai standar.

Hal yang perlu dipahami oleh konsumen ketika ingin membeli barang tersebut adalah set top box sudah bersertifikat dari Kominfo, terdapat tulisan DVB-T2, ada gambar MODI,  dan review dari konsumen lainnya (terutama yang membeli secara online). Konsumen yang memiliki posisi lemah dalam jual beli, terutama konsumen akhir, harus jeli dan teliti agar barang yang didapatkan tidak mudah rusak atau tidak ilegal.

Pelaku usaha yang sepatutnya memiliki iktikad baik, dapat menjamin mutu produk yang dijualbelikan sesuai standar mutu memiliki kewajiban untuk memberikan garansi kepada konsumen agar keadaan transaksi check and balance sehingga tidak terdapat kerugian sesuai dengan pasal 7 UU No. 8 tahun 1999. Apalagi barang yang dijual adalah alat elektonik yang rentan pada kerusakan.

Konsumen perlu teliti mengenai hal-hal apa saja yang seharusnya tertera pada produk set top box karena apabila produk tidak memenuhi atau tidak sesuai standar, barang tersebut dilarang untuk beredar atau diperdagangkan. Selain itu, barang harus mencantumkan informasi atau petunjuk yang jelas mengenai produk sesuai dengan pasal 8 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen. Jangan sampai pelaku usaha menjual produk yang seolah-olah dalam keadaan baik, normal, dan tidak mengandung cacat tersembunyi karena kewajiban mereka adalah memberi informasi yang jujur dan jelas.

Apabila pelaku usaha melanggar ketentuan yang ada, mereka harus bertanggung jawab kepada konsumen, terutama dalam pemberian ganti rugi terhadap produk yang diperdagangkan. Sesuai ketentuan pasal 19 ayat (2) UU No. 8 tahun 1999, ganti rugi dapat berupa penggantian produk yang nilainya setara, perawatan kesehatan, atau pemberian santunan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Jika konsumen mendapati kerugian yang dilakukan oleh pelaku usaha, mereka dapat melaporkan melalui website BPKN RI atau menghubungi LPKSM setempat yang masih aktif agar dapat dibantu dalam melakukan advokasi yang bertujuan untuk tercapainya keadilan. Kemudian apabila konsumen ingin menempuh jalur non litigasi, mereka dapat mencari BPSK terdekat, namun jika diselesaikan dengan jalur litigasi dapat melalui lembaga pengadilan tempat berkedudukan. Pelaku usaha yang melanggar ketentuan tersebut dapat dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak dua miliar rupiah sesuai dengan pasal 62 ayat (1), ditambah lagi dapat dijatuhi hukuman tambahan yang mengacu pada pasal 63 UU Perlindungan Konsumen.

Maka dari itu, ketelitian dan kejelian dari konsumen perlu untuk diimplementasikan dalam memilih sebuah produk agar tidak mudah tertipu daya oleh pelaku usaha. Selain itu, pelaku usaha juga harus memperbaiki produk yang akan diedarkan dan melakukan pengecekan kembali mengenai standar barang. Bila keduanya saling berkolaborasi untuk menciptakan jual beli yang adil, kehidupan masyarakat akan lebih harmonis.

*Tulisan di kolom opini merupakan tanggung jawab penulis

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,785FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles